Peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Kalimantan Barat (Kalbar) telah memberikan dampak positif terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Setelah beberapa tahun terpuruk akibat pandemi, kini wisata alam Kalbar mulai kembali ramai. Berbagai destinasi wisata alam seperti Danau Toba, Raja Ampat, Kawah Ijen, Taman Nasional Komodo, dan Dieng Plateau menjadi daya tarik utama bagi para pelancong.

Selain itu, event Borneo Fair Reborn 2025 juga menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat UMKM lokal. Gelaran ini menarik lebih dari 400 pelaku UMKM yang menampilkan produk unggulan daerah, ekonomi kreatif, serta kuliner khas Kalimantan Barat. Acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang bisnis baru bagi pelaku UMKM.

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Kalbar Windy Prihastari menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung geliat ekonomi daerah. “Kami melihat potensi besar dalam event ini karena turut melibatkan sektor ekonomi kreatif dan kuliner yang menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat,” ujarnya.
Bahkan, Festival Kue Bulan 2023 yang digelar oleh Pontianak Raya Consortium bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalbar juga memberikan kontribusi positif. Event ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata dalam Kalbar. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan harapan agar festival ini dapat melibatkan seluruh rakyat dan adat budaya untuk bersama-sama berkreasi menciptakan kue bulan khas Pontianak.

Dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan dukungan penuh dari pemerintah, pelaku UMKM di Kalbar kini mulai merasakan dampak positifnya. Mereka tidak hanya bisa menjual produk lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa wisata alam Kalbar tidak hanya menjadi daya tarik bagi para pengunjung, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian daerah.






