Example 728x250
KesehatanSosial

Kasus Stunting di Kalbar Masih Tinggi, Pemda Ambil Langkah Serius: Update Terbaru dan Tindakan yang Dilakukan

94
×

Kasus Stunting di Kalbar Masih Tinggi, Pemda Ambil Langkah Serius: Update Terbaru dan Tindakan yang Dilakukan

Share this article

Kasus stunting di Kalimantan Barat (Kalbar) masih menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Meski terdapat progres dalam penurunan angka stunting, data terbaru menunjukkan bahwa tingkat stunting masih relatif tinggi. Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, menyatakan bahwa angka stunting di wilayah ini mencapai 20,6 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Angka ini menunjukkan penurunan dari sebelumnya 29,8 persen pada 2021, tetapi masih jauh dari target nasional sebesar 14 persen.

Penyebab Utama Stunting di Kalbar

Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang memengaruhi pertumbuhan anak secara permanen. Di Kalbar, masalah ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi. Sebanyak 75% indikator utama stunting berkaitan dengan angka kemiskinan. Hal ini menjelaskan mengapa daerah dengan tingkat kemiskinan rendah bisa memiliki angka stunting yang tinggi. Oleh karena itu, upaya penanganan stunting harus melibatkan pendekatan multidimensi, termasuk penguatan ekonomi keluarga dan akses layanan kesehatan.

Langkah Konkret yang Diambil Pemda Kalbar

Pemerintah Daerah (Pemda) Kalbar telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menangani kasus stunting. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pelibatan Tenaga Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 12.609 orang yang tersebar di 2.031 desa. Selain itu, kolaborasi antara BKKBN Kalbar dengan Universitas Tanjungpura (Untan) Fakultas Kedokteran juga dilakukan untuk memperkuat program intervensi gizi.

Selain itu, TP-PKK Kalbar aktif melakukan gerakan Orang Tua Asuh (Gota) dan Kakak Asuh Stunting (Kating) untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam memberikan edukasi gizi kepada anak-anak. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola asuh yang tepat dan pengolahan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi.

Upaya Peningkatan Kualitas Gizi Anak

Pemda Kalbar juga memperkuat sinergi antara lembaga-lembaga pemerintah dan swasta dalam memberikan bantuan gizi kepada anak-anak yang mengalami stunting. Inisiatif seperti “Serbu Posyandu” dilakukan untuk mendekatkan layanan kesehatan dan edukasi gizi langsung ke masyarakat. Dengan turun langsung ke posyandu, tenaga kesehatan dan relawan dapat memberikan informasi dan bantuan secara langsung kepada orang tua.

Selain itu, pendekatan telemedicine juga mulai diterapkan untuk memastikan pemantauan rutin terhadap anak-anak yang mengalami stunting. Melalui teknologi ini, dokter spesialis anak dapat memberikan konsultasi dan pendampingan secara daring, sehingga intervensi gizi lebih efektif dan terstruktur.

Peran Penting Kolaborasi dalam Penanganan Stunting

Menurut Pj Ketua TP-PKK Kalbar, Windy Prihastari, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam menurunkan angka stunting. Ia menegaskan bahwa semua pihak harus bekerja sama dalam merancang strategi yang sesuai dengan kondisi lokal. Inovasi-inovasi yang telah dilakukan di tingkat provinsi, seperti program Gota dan Kating, dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh kabupaten dan kota lain.Pemda Kalbar Berupaya Turunkan Angka Stunting

Kesimpulan

Kasus stunting di Kalbar masih menjadi tantangan besar, namun pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah serius untuk menanganinya. Dengan pendekatan multidimensi, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi dalam pemberian intervensi gizi, angka stunting di Kalbar berpotensi menurun secara signifikan. Pemda Kalbar terus berkomitmen untuk memperkuat program-program yang berfokus pada pencegahan dan penanganan stunting, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi sejak dini. Dengan kerja sama yang kuat, target nasional penurunan stunting dapat dicapai dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *