Resep Takjil Wadai Petah Khas Banjar, Gurih Lembut untuk Buka Puasa
Di bulan Ramadan, masyarakat Kalimantan Selatan tidak hanya menikmati kolak dan gorengan. Ada satu jenis takjil yang khas dan patut dicoba, yaitu wadai petah. Kue basah tradisional ini berasal dari daerah Martapura, Kabupaten Banjar, dan memiliki rasa gurih dengan tekstur lembut seperti kue talam. Tak hanya itu, wadai petah biasa disajikan bersama tahilala, yakni santan yang dimasak hingga minyak keluar, memberikan rasa yang lebih legit dan kaya.
Sejarah dan Keunikan Wadai Petah

Wadai petah merupakan salah satu kuliner tradisional yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Kalimantan Selatan. Nama “petah” berasal dari kata “petha”, yang berarti tumpeng atau bentuk kerucut. Bentuknya yang unik dan rasa yang khas membuat wadai petah menjadi pilihan istimewa untuk takjil puasa.
Warna hijau pada wadai petah berasal dari endapan daun pandan, sedangkan bagian putihnya terkadang tampak kekuningan karena penggunaan pewarna alami dari santan. Tahilala sendiri berwarna cokelat keemasan setelah dimasak hingga mengeluarkan minyak.
Bahan-bahan yang Dibutuhkan

Untuk membuat wadai petah, Anda memerlukan beberapa bahan utama:
Bahan Wadai Petah:
– 125 gram tepung beras
– ½ sendok teh garam
– ½ sendok makan gula pasir
– ½ sendok teh kapur sirih
– 1½ sendok teh endapan pandan
– 400 ml santan kental
Bahan Tahilala:
– 300 gram kelapa parut
– 600 ml air
– Sedikit garam dan lada
Cara Membuat Wadai Petah

Pertama-tama, siapkan tahilala dengan memeras kelapa parut menggunakan air hingga menghasilkan santan. Masak santan tersebut sambil terus diaduk agar tidak pecah. Masak hingga santan mengeluarkan minyak dan teksturnya lebih kental. Setelah itu, angkat dan sisihkan.
Untuk membuat wadai petah, rebus santan hingga mendidih sambil tetap diaduk. Setelah mendidih, biarkan hingga hangat. Sambil menunggu, siapkan loyang ukuran sekitar 20×10 cm yang sudah dialasi plastik tahan panas, lalu panaskan loyang tersebut dalam kukusan.
Di wadah terpisah, campurkan tepung beras, gula pasir, garam, dan kapur sirih. Tuangkan santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan tercampur rata dan tidak bergerindil.
Ambil sekitar 100 ml adonan, lalu campurkan dengan endapan pandan untuk memberi warna hijau. Sisa adonan dibiarkan berwarna putih. Tuang adonan putih terlebih dahulu ke dalam loyang. Setelah itu, tuang adonan hijau secara bertahap menggunakan sendok sayur.
Kukus selama kurang lebih 30 menit hingga adonan set dan matang sempurna. Angkat dan biarkan hingga benar-benar dingin sebelum dipotong agar hasilnya rapi. Potong tipis-tipis, lalu sajikan dengan cara disiram atau dicocol dengan tahilala.
Rasa dan Manfaat Wadai Petah
Wadai petah memiliki tekstur yang sangat lembut ketika disantap. Rasa gurih dari santan berpadu dengan manisnya wadai membuat kudapan ini menjadi takjil favorit warga Kalimantan Selatan. Tidak hanya enak, wadai petah juga memiliki kandungan nutrisi yang baik, terutama dari santan dan tepung beras.
Tips dan Trik Membuat Wadai Petah

Jika ingin membuat wadai petah sendiri di rumah, berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti:
1. Gunakan santan kental agar hasilnya lebih lembut.
2. Pastikan adonan tidak terlalu encer agar tidak mudah retak saat dikukus.
3. Jangan terlalu lama mengaduk saat memasak santan agar tidak pecah.
4. Untuk variasi, Anda bisa menambahkan rasa lain seperti vanilla atau kayu manis.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Q: Apa perbedaan antara wadai petah dan kue talam?
A: Wadai petah memiliki tekstur yang lebih lembut dan biasanya disajikan dengan tahilala, sedangkan kue talam lebih padat dan biasanya disajikan dengan sirup.
Q: Apakah wadai petah bisa disimpan semalaman?
A: Ya, wadai petah bisa disimpan dalam wadah kedap udara selama 1-2 hari. Namun, untuk rasa terbaik, sebaiknya disajikan segar.
Q: Bagaimana cara menyajikan wadai petah yang paling enak?
A: Wadai petah paling enak disajikan dengan tahilala yang kental dan hangat.
Q: Apakah wadai petah cocok untuk anak-anak?
A: Ya, wadai petah aman untuk anak-anak karena bahan-bahannya alami dan tidak terlalu manis.
Q: Apakah ada alternatif bahan untuk membuat wadai petah?
A: Ya, Anda bisa mengganti tepung beras dengan tepung ketan jika ingin tekstur yang lebih lembut.
Kesimpulan
Wadai petah adalah salah satu takjil tradisional yang kaya akan rasa dan nilai budaya. Dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang khas, kudapan ini menjadi pilihan istimewa untuk berbuka puasa. Meskipun proses pembuatannya cukup rumit, hasilnya sangat worth it. Jika bosan dengan takjil yang itu-itu saja, cobalah membuat wadai petah khas Banjar di rumah. Siapa tahu, ini bisa jadi hidangan favorit keluarga Anda.
(Read also: [Resep Sup Ayam yang Gurih dan Enak Buat Sahur-Buka])
(Read also: [Manis Gurih Putri Mandi, Takjil Warisan Kesultanan Melayu di Pontianak])
