Pontianak, Kalimantan Barat, kini menjadi salah satu kota yang mengambil langkah signifikan dalam mempercepat transformasi UMKM dari model tradisional ke digital. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Grab Indonesia, dan OVO untuk mewujudkan program #KotaMasaDepan, yang bertujuan meningkatkan daya saing UMKM di era digital. Dengan pendekatan kolaboratif, program ini tidak hanya membuka peluang baru bagi pelaku usaha, tetapi juga memberikan akses teknologi dan pelatihan yang diperlukan agar UMKM bisa bersaing secara nasional maupun global.
Context & Background
Di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis, digitalisasi menjadi kunci utama untuk memastikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan UMKM. Menurut data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat tahun 2024, terdapat sekitar 4.056 unit UMKM di Kota Pontianak. Namun, banyak dari mereka masih bergantung pada metode bisnis konvensional, sehingga kurang optimal dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Inisiatif Pemkot Pontianak bersama mitra strategis seperti Grab dan OVO hadir sebagai solusi untuk menghadirkan pelatihan, dukungan teknologi, dan akses ke ekosistem digital yang lebih inklusif.
Program #KotaMasaDepan diluncurkan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat adopsi teknologi di kalangan UMKM. Dengan tema “Berani Digital”, program ini berkomitmen untuk membantu ratusan pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi Kota Pontianak memperkuat kapasitas mereka melalui pelatihan daring dan luring, serta pendampingan legalitas dan pembiayaan.
[Image: UMKM Pontianak sedang mengikuti pelatihan digital di ruang kelas]
Core Coverage
1. Pelatihan Digital untuk Meningkatkan Kapasitas UMKM
Salah satu aspek utama dari program #KotaMasaDepan adalah pelatihan digital yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM. Sejumlah besar peserta telah mengikuti sesi pelatihan daring pada 23 Mei 2025, yang mencakup pengenalan ekosistem digital, strategi pemasaran online, dan pemanfaatan fitur marketplace. Program ini juga menyediakan sesi berbagi pengalaman antar pelaku usaha, yang membantu mereka saling belajar dan memperluas jaringan.
[Image: Peserta pelatihan digital UMKM di Gedung Dinas Koperasi Pontianak]
2. Bantuan Legalitas dan Pembiayaan untuk UMKM
Selain pelatihan, program ini juga memberikan bantuan pengurusan sertifikat halal, yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik produk UMKM. Selain itu, para peserta juga mendapatkan akses ke pembiayaan usaha melalui program GrabModal Mantul dan OVO Modal Usaha. Dengan dukungan finansial ini, UMKM dapat berkembang tanpa terbebani oleh hambatan modal awal.
(Baca juga: GrabModal Mantul: Solusi Pembiayaan untuk UMKM yang Terbukti Efektif)
3. Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Mendorong Inklusi Digital
Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pemerintah pusat, dan perusahaan swasta seperti Grab dan OVO menjadi fondasi utama dari program ini. Menurut Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diwujudkan melalui kerja sama lintas sektor. Dengan adanya kolaborasi ini, UMKM memiliki akses yang lebih luas ke teknologi dan pelatihan, yang akan membantu mereka naik kelas.
Real-World Impact
Dari segi ekonomi, program ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas dan kapasitas UMKM. Misalnya, Yaser Mas’ud Attamimi, pemilik Sers Pizza yang juga mitra merchant Grab, mengatakan bahwa pelatihan digital yang diikutinya membantu dirinya lebih melek teknologi. Ia belajar cara foto produk yang menarik, tips promosi, dan pola perilaku konsumen, yang semua itu membantunya bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang ketat.
Secara sosial, program ini juga membuka peluang bagi generasi muda, termasuk Gen Z, untuk memulai bisnis pertama mereka melalui platform digital. Dalam lima tahun terakhir, Grab telah menciptakan 2,3 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM, dan satu dari lima mitra merchant adalah generasi muda yang memulai bisnis pertama mereka lewat Grab.
[Image: Generasi muda Pontianak sedang mengikuti pelatihan digital di acara #KotaMasaDepan]
FAQ Section
Q: Apa tujuan utama dari program #KotaMasaDepan?
A: Tujuan utama dari program #KotaMasaDepan adalah mempercepat transformasi UMKM dari model tradisional ke digital, dengan fokus pada pelatihan, dukungan teknologi, dan akses ke ekosistem digital yang lebih inklusif.
Q: Bagaimana UMKM bisa mendapatkan bantuan dari program ini?
A: UMKM bisa mendapatkan bantuan berupa pelatihan digital, pendampingan pengurusan sertifikat halal, serta akses ke pembiayaan usaha melalui program GrabModal Mantul dan OVO Modal Usaha.
Q: Siapa saja mitra yang terlibat dalam program ini?
A: Mitra yang terlibat dalam program ini antara lain Kementerian Koperasi dan UKM, Grab Indonesia, OVO, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemprov Kalimantan Barat, dan Pemkot Pontianak.
Q: Apa manfaat digitalisasi bagi UMKM?
A: Digitalisasi membantu UMKM meningkatkan daya saing, menjangkau pasar yang lebih luas, dan mengoptimalkan penjualan melalui fitur marketplace dan strategi pemasaran online.
Q: Berapa jumlah UMKM yang terlibat dalam program ini?
A: Program ini berhasil menjaring ratusan UMKM binaan Dinas Koperasi Kota Pontianak, dengan beberapa di antaranya telah mengikuti pelatihan daring pada 23 Mei 2025.
Conclusion
Digitalisasi UMKM bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang kesempatan dan pertumbuhan. Pemkot Pontianak, dengan dukungan dari berbagai pihak, telah membuktikan bahwa transformasi ini adalah langkah penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan nasional. Dengan pelatihan, bantuan legalitas, dan akses ke ekosistem digital, UMKM Pontianak siap menghadapi tantangan masa depan dan bersaing secara global.
Jika setiap langkah kecil ini terus dijalankan, maka masa depan UMKM Indonesia akan lebih cerah dan berkelanjutan.
📌 Title Tag: Pemkot Pontianak Dorong UMKM Naik Kelas
📌 Meta Description: Pemkot Pontianak dorong UMKM naik kelas lewat digitalisasi. Program #KotaMasaDepan bantu UMKM berkembang.
📌 Slug: pemkot-pontianak-dorong-umkm-naik-kelas-lewat-digitalisasi
📌 Primary Keyword Density: 2.5%
📌 Suggested Featured Image: [UMKM Pontianak sedang mengikuti pelatihan digital di Gedung Dinas Koperasi]












