Example 728x250
Bencana AlamLingkungan

Kebakaran Hutan di Kalbar: BPBD Siaga Penuh, Ini Update Terbaru

19
×

Kebakaran Hutan di Kalbar: BPBD Siaga Penuh, Ini Update Terbaru

Share this article

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kalimantan Barat (Kalbar). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menetapkan status siaga penuh untuk menghadapi ancaman kebakaran yang mulai muncul. Situasi ini memicu peningkatan kesiapsiagaan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan masyarakat.

Status Siaga Darurat Karhutla di Kalbar

Pemerintah Kalbar telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 17 April 2025. Status ini akan berlaku hingga 31 Oktober 2025. Dalam satu minggu terakhir, pemerintah setempat mencatat jumlah titik panas yang berhasil diidentifikasi mencapai 855 titik. Luas lahan yang terdampak mencapai 1.149,02 hektar.

Strategi Penanganan Karhutla

Helikopter pemadam kebakaran di Kalbar sedang melakukan water bombing

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyusun strategi untuk mengatasi karhutla di Kalbar. Beberapa langkah utama yang dilakukan antara lain:

  1. Penguatan satgas darat: Personel gabungan BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat dikerahkan untuk memadamkan titik api.
  2. Satgas udara: BNPB mengerahkan dua unit pesawat Cessna Caravan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dan dua helikopter patroli untuk memantau dan menemukan titik api.
  3. Penegakan hukum: Satgas penegakan hukum melakukan penyegelan pada empat perusahaan di bidang kehutanan yang beroperasi di wilayah Kalbar.

Masalah Utama dalam Penanganan Karhutla

Kolam penampungan air di daerah gambut Kalbar

Salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla adalah keterbatasan pasokan air. Kebakaran hutan di daerah gambut sangat sulit dipadamkan karena minimnya akses air. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan bahwa luasnya lahan gambut dan keterbatasan pasokan air menyulitkan mitigasi kebakaran.

Beberapa upaya dilakukan untuk mengatasi masalah ini, seperti pembuatan kolam-kolam kecil di tingkat desa dan RT untuk menampung air. Hal ini diharapkan dapat membantu respons pemadaman lebih cepat ketika musibah kembali melanda.

Kualitas Udara yang Memburuk

Warga Pontianak menggunakan masker akibat kabut asap dari kebakaran hutan

Kualitas udara di Pontianak, Kalbar, dalam status bahaya akibat asap kebakaran hutan dan lahan. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kategori “Berbahaya” dengan nilai PM2,5 mencapai 302. Kondisi ini berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Syarif Usmulyono mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama di sore hari. Ia juga menyarankan penggunaan masker saat harus berada di luar rumah.

Kesimpulan

Kebakaran hutan di Kalbar kini menjadi perhatian serius bagi BPBD dan instansi terkait. Dengan status siaga penuh, berbagai strategi penanganan telah diambil, termasuk penguatan satgas darat, udara, dan penegakan hukum. Meski begitu, tantangan seperti keterbatasan pasokan air tetap menjadi kendala utama. Kualitas udara yang memburuk juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *